5 Hal Yang Paling Sering Dialami Oleh Orang Lapangan Di Bidang Konstruksi

Dalam dunia kerja khususnya di bidang konstruksi baik itu konsultan atau kontraktor, keberadaan orang lapangan menjadi salah satu factor suksesnya sebuah pekerjaan. Tidak peduli apapun jabatannya, rendah atau tinggi tetap saja kami biasa menyebutnya dengan istilah orang lapangan.

Bukan hanya pada bidang konstruksi, pada bidang pekerjaan yang lainpun juga ada posisi untuk orang-orang yang kerjanya di luar kantor. Misalnya saja karyawan pertambangan, kalau PNS biasanya seorang penyuluh. Bisa penyuluh pertanian atau juga seorang instruktur Balai Latihan Kerja Industri (BLKI).

Saya sendiri sangat mempercayai baik itu bekerja di kantor atau di lapangan pasti memiliki kelebihan dan kekurangan sendiri, termasuk juga suka – dukanya. Nah, khususnya untuk anda yang bekerja di bidang konstruksi, menurut saya beberapa hal ini mungkin paling sering terjadi kepada anda :

Teriknya Panas Atau Dinginnya Hujan Jadi Hal Yang Biasa

5 Hal Yang Paling Sering Dialami Oleh Orang Lapangan Di Bidang Konstruksi1

Namanya juga orang lapangan ya. Entah pengawas, pelaksana atau logistic yang tiap hari harus banyak stay di lokasi pekerjaan, perubahan cuaca ekstrim sudah menjadi hal biasa.

Teriknya panas yang kadang membakar kulit biasanya dialami oleh pelaksana lapangan dan surveyor. Hal ini ibarat payung bagi mereka. Dinginnya hujan yang bisa bikin meriang, ibaratnya seperti mandi pagi atau sore.

Tapi untungnya, karena sering mengalami kejadian ini biasanya orang lapangan diberkahi dengan daya tahan tubuh yang baik. Asal pola makan cukup teratur, tidak sering terlambat saya rasa cuaca apapun pasti tidak masalah.

Efek negative lain, adalah warna kulit yang berubah dengan cepat

Kuping Merah Karena Dimarahi Atau Disinggung Atasan Itu Ibarat Anjing Menggonggong Khafilah Berlalu

Tidak jarang juga para pekerja di lapangan sering dimarahi atau disinggung oleh atasan. Bisa terjadi karena banyak factor, misalnya etos kerja yang kurang baik, pengaturan di lapangan yang kurang efisien dan lainnya.

READ  Iris Mittenaere Akhirnya Terpilih Sebagai Miss Universe 2016-2017

Ketahuilah bahwa hal ini merupakan hal yang wajar, itulah fungsi seorang komandan. Selain itu karena yang pertama menurut saya tugas pimpinan itu untuk memang aslinya untuk marah – marah. Hehehehe….

Untuk masalah seperti ini, sebaiknya diterima dengan lapang dada. Saya rasa kita cukup berhak untuk menganggapnya angin lalu. TAPI dengan catatan bahwa kita akan memperbaiki poin – poin apa yang harus diperbaiki.

Sebagai catatan tambahan, dalam beberapa kasus biasanya pimpinan menjadi emosional bisa disebabkan oleh factor dari luar. Dalam artian bukan bagian langsung dari proses pekerjaan. Bisa saja diakibatkan oleh negosiasi yang alot, tekanan dari pihak owner atau masalah pribadi.

Kalau sudah begini, saran saya sebaiknya dimaklumi saja. Memang, secara professional pimpinan itu harus bisa memisahkan mana urusan pribadi dan mana yang urusan pekerjaan. Tapi jangan lupa bahwa pimpinan itu juga manusia biasa yang bisa saja khilaf.

Konfrontasi Langsung Dengan Pekerja

5 Hal Yang Paling Sering Dialami Oleh Orang Lapangan Di Bidang Konstruksi

Saya yakin, kebanyakan dari anda pasti pernah mengalaminya bukan?

Khususnya bagi anda yang menggeluti profesi di bidang konstruksi. Biasanya paling sering terjadi dalam kasus pertama pekerja dan pemberi kerja berhubungan. Karena masing – masing belum terlalu banyak mengetahui apa yang diinginkan, apa yang dimaksudkan

Dalam kasus hubungan pelaksana dan pekerja, perselisihan yang sering terjadi menurut saya adalah menyangkut tentang metode kerja. Biasanya para pekerja mencari solusi sendiri agar memudahkan untuknya menyelesaikan pekerjaan, tapi dia tidak tahu kalau tindakannya sebenarnya tidak diperbolehkan.

READ  Iris Mittenaere Akhirnya Terpilih Sebagai Miss Universe 2016-2017

Untuk kasus ini, saran saya sebaiknya tegurlah para pekerja dengan hati-hati dan tidak perlu dengan suara tinggi. Karena bekerja dengan kondisi cuaca yang terik, menyebabkan aliran darah juga cepat naik. Kalau sudah begini, biasanya kerap terjadi pertengkaran.

Memang sebagai orang yang memiliki posisi lebih tinggi di lapangan anda berhak untuk memperbaiki, hanya saja cara memperbaikinya bisa sedikit di modifikasi agar lebih cantik dan bisa di terima oleh pekerja yang akan ditegur.

Tidak Semua Lokasi Pekerjaan Aman Dan Kondusif

Tentang lokasi pekerjaan juga merupakan sebuah kondisi yang harus siap diterima oleh orang lapangan baik itu pelaksana, logistic ataupun pekerja. Karena tidak setiap poyek yang dikerjakan berada di lokasi yang baik, aman dan nyaman.

Misalnya saja sebuah pekerjaan jalan yang baru dirintis atau dibuka. Khusus untuk kami di daerah Papua, lokasi kerja pekerjaan ini biasanya dilakukan dengan cara membongkar hutan. Tentu saja sangat rawan dengan insiden-insiden dari kecil sampai besar. Contohnya seperti pohon yang tumbang atau serangan hewan berbisa.

Masalah lain tentang lokasi pekerjaan bukan cuma terjadi di lokasi hutan dan terpencil saja. Di kawasan perkotaan juga sama, ada saja kejadian-kejadian yang tak terduga yang harus siap dihadapi oleh orang di lapangan.

Contohnya saja pada pekerjaan perbaikan jalan umum yang notabene padat dengan kendaraan yang hilir mudik. Atau juga pada pekerjaan-pekerjaan yang berada di tengah-tengah area pemukiman.

READ  Iris Mittenaere Akhirnya Terpilih Sebagai Miss Universe 2016-2017

Sebenarnya hal inilah yang menginspirasi saya untuk menulis postingan ini. Sekitar minggu lalu pada pekerjaan pembangunan jalan cor di lingkungan perumahan, secara tidak sengaja alat berat yang kami pakai menggilas sepeda kecil milik anak yang tinggal di sekitar lokasi kerja.

5 Hal Yang Paling Sering Dialami Oleh Orang Lapangan Di Bidang Konstruksi

Image Source: analisadaily.com

Sudah bisa ditebak, kejadian ini tentu saja mengundang emosi dari orang tua si anak.

Kalau sudah begini, siapa saja yang bertanggung jawab di lapangan harus mampu untuk mengatasi masalah yang ditimbulkan. Baik itu secara sengaja atau tidak disengaja. Dan untungnya dengan negosiasi serta pembicaraan yang santai, masalah tersebut bisa diselesaikan.

Ini artinya, semaksimal apapun kita dalam menjaga agar tidak terjadi insiden, tetap saja segala sesuatu dapat terjadi. Yang terpenting adalah bagaimana kita menjaga agar kemungkinan-kemungkinan terjadinya insiden tersebut agar jangan sampai terjadi.

Yah, kira-kira itulah 4 hal yang paling sering di alami orang lapangan. Sebenarnya masih banyak yang hal-hal lain yang bisa saja terjadi atau mungkin paling sering terjadi. Tapi secara garis besar, saya rasa 4 poin itulah yang kebanyakan dirasakan oleh orang lapangan.

Catatan Tambahan

Ini merupakan catatan tambahan saja dari saya pribadi khusus untuk anda rekan-rekan sesame pekerja lapangan.

Sesibuk apapun kita….

Sempatkanlah untuk duduk sejenak dan melepaskan pengap serta pikiran yang menumpuk dengan segelas kopi panas dan sebungkus rokok 🙂

Bagaimana dengan anda ?

Punya pengalaman atau cerita lain ?

Silahkan share dengan saya disini….

Salam

(Visited 23 times, 1 visits today)
Kalau Tidak Keberatan, Tolong Like N Share Postingan Ini Yah. Terima Kasih :)
Click Here to Leave a Comment Below 0 comments