Arsip Lama Lintas Papua – Pengertian Dofollow dan Nofollow

Artikel ini dikhususkan bagi sahabat yang masih belum mengerti tentang arti dari sebuah blog yang memiliki atribut dofollow atau nofollow. Bagi yang sudah mahir, mohon koreksinya.

Standar kode HTML adalah:

<a href=”http://pro-ibid.com“>Ibidder Community</a>

Namun pada 2005 Matt Cutts (Google’s webspam team head) memperkenalkan atribut HTML baru yaitu NoFollow dan kode standar pun berubah menjadi:

<a href=”http://pro-ibid.com” rel=”nofollow“>Ibidder Community</a>

Perbedaan dari keduanya:

Arsip Lama Lintas Papua - Pengertian Dofollow dan Nofollow

Arsip Lama Lintas Papua – Pengertian Dofollow dan Nofollow

Kode pertama (yang bukan true “DoFollow”, tapi cuma tanpa “NoFollow”) berarti 2 hal, traffic dan backlink. Traffic didapat dari user yang mengklik link tersebut dan backlink didapat karena spider mengikuti link tersebut dan menghitung link tersebut sebagai sebuah “vote” untuk site yang dipointing oleh link tersebut.

Tapi Kode kedua cuma berarti traffic karena spider tidak mengikuti link tersebut. Tujuan rel=”nofollow” dibuat adalah untuk melawan komen spamming. Sesaat setelah rel=”nofollow” dikeluarkan, blogger  segera mengadopsi kode tersebut dan menjadi Google standar regulasi.

Efek negatif penggunaan rel=”nofollow“ setelah regulasi tersebut dikeluarkan adalah kuantitas komentar di blog-blog berkualitas jadi berkurang karena (mungkin) salah satu alasannya adalah mereka tidak mendapat backlink yang merupakan “bonus” dari sebuah komen, maka para blogger/webmaster pun mencari cara untuk melawan regulasi tersebut. Itulah awal lahirnya rel=”dofollow“ yang merupakan seratus persen kebalikan dari rel=”nofollow“attribute.

Secara default wordpress menggunakan “nofollow” tag, tapi hal tersebut bisa diakali dengan banyaknya plugin-plugin yang berserakan.

Yah, begitulah kira-kira pengertiannya dofollow dan nofollow. Jika masih kurang jelas, silahkan cari saja di google. Ada banyak yang membahas secara lebih rinci tentang perbedaan atribut ini.

Tapi menurut pendapat saya bagi anda yang dalam keraguan antara “nofollow” dan “dofollow” Kalimat Matt Cutts berikut patut anda pertimbangkan:

“A Link is a Link, No matter where it comes from”

Semoga bermanfaat

Disclaimer:

Postingan ini pertama kali diterbitkan tanggal 27 agustus 2010 pada blog lama saya lintaspapua.com. Isi yang terdapat di dalam postingan ini mungkin sudah tidak relevan saat lagi. Hanya ditambahkan sebagai bahan bacaan saja

(Visited 20 times, 1 visits today)
Rahman Junaedi
 

Hanya seorang pemuda biasa dari Sorong-Papua Barat yang menyukai dunia Architecture Dan Blogging. Terima kasih atas kunjungannya, bila ada yang ingin anda tanyakan, silahkan menghubungi saya melalui form kontak

Click Here to Leave a Comment Below 0 comments